RPP SPLDV


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah                          : SMA NEGERI 1 LOSARANG
Mata Pelajaran               : Matematika
Kelas/Semester               : X/1
Materi                             : Sistem Persamaan Linear Dua Variabel
AlokasiWaktu                : 30 menit

A.    Kompetensi Inti
KI 3.    Memahami dan menerapkan pengetahuan (factual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
KI 4.    Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

B.     Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.1 Menjelaskan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV).
4.1 Menyelesaikan masalah sehari – hari yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel.
3.1.1Mendefinisikan sistem persamaan linear dua variabel.
4.1.1 Menyelesaikan model matematika
dari masalah sehari – hari yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel.




C.    Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat :
1.    Mendefinisikan sistem persamaan linear dua variabel.
2.    Menyelesaikan model matematika dari masalah sehari – hari yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel.

D.    Materi Pembelajaran
Sistem Persamaan Linear Dua Variabel
            SPLDV adalah suatu sistem persamaan atau bentuk relasi sama dengan dalam bentuk aljabar yang memiliki dua variabel dan berpangkat satu dan apabila digambarkan dalam sebuah grafik maka akan membentuk garis lurus. Dan karena hal ini lah maka persamaan ini di sebut dengan persamaan linear.
Ciri – Ciri SPLDV
·         Menggunakan relasi tanda sama dengan ( = )
·         Memiliki dua variabel
·         Kedua variabel tersebut memiliki derajat satu ( berpangkat satu )
Hal – hal yang berhubungan dengan SPLDV
a.       Suku
Suku yaitu bagian dari suatu bentuk aljabar yang terdiri dari variabel, koefisien dan konstanta. Dan setiap suku di pisahkan dengan tanda baca penjumlahan ataupun pengurangan.
 Contoh : 6x – y + 4 , maka suku – suku dari persamaan tersebut adalah 6x , -y dan 4
b.      Variabel
Variabel yaitu peubah atau pengganti suatu bilangan yang biasanya dilambangkan dengan huruf seperti x dan y .
 Contoh :
 Mika memiliki 2 buah nanas dan 5 buah jeruk.
 Jika dituliskan dalam bentuk persamaan adalah
·         Nanas = x
·         Jeruk = y
·         Persamannya adalah 2x + 5y
c.       Koefisien 
Koefisien yaitu suatu bilangan yang menyatakan banyaknya suatu jumlah variabel yang sejenis. Koefisien disebut juga dengan bilangan yang ada di depan variabel, karena penulisan sebuah persamaan koefifien berada di depan variabel
Contoh :
Mika memiliki 2 buah nanas dan 5 buah jeruk. Jika di tulis dalam bentuk persamaan adalah :
Jawab :
·      Nanas = x dan Jeruk = y
·      Persamannya adalah 2x + 5y
·      Dimana 2 dan 5 adalah koefisien. Dan 2 adalah koefisien dari x dan 5 adalah koefisien dari y.
d.      Konstanta 
Konstanta yaitu bilangan yang tidak diikuti dengan variabel, maka nilainya tetap atau konstan untuk berapapun nilai perubahnya.
Contoh :
2x + 5y  + 7 , dari persamaan tersebut konstanta adalah  7 , karena 7 nilainya tetap dan tidak terpengaruh dengan berapapun variabelnya.
Text Box: Syarat Sistem Persamaan Linier Dua Variabel dapat memiliki satu penyelesaian, yaitu :
1. Ada lebih dari satu atau ada dua persamaan linear dua variabel sejenis.
2. Persamaan linear dua variabel yang membentuk sistem persamaan linear dua variabel, bukan persamaan linier dua variabel yang sama.

 





Jadi kedua syarat ini wajib bisa terpenuhi sebelum kita menghitung persamaan linier dua variabel.
Metode Penyelesaian Sistem Persamaan Linier Dua Variabel 
Untuk menyelesaikan cara menghitung spldv (sistem persamaan linier dua variabel) maka
dapat diselesaikan dengan 4 metode berikut ini :
1.         Metode Substitusi
2.         Metode Eliminasi
3.         Metode Gabungan (Subsitusi dan Eliminasi)
4.         Metode Grafik
Untuk lebih jelas tentang ke-4 metode di  atas maka akan membahas secara lengkap metode penyelesaian spldv beserta contoh soal spldv dan pembahasannya.
1.        Metode Substitusi atau Metode Mengganti
Metode substitusi, yaitu metode atau cara menyelesaikan SPLDV dengan mengganti salah satu peubah atau variabel.
Text Box: Berikut ini langkah – langkah untuk menyelesaikan spldv menggunakan metode Substitusi :
1. Ubahlah salah satu dari persamaan menjadi bentuk x = cy + d atau y = ax + b
• a, b, c, dan d adalah nilai yang ada pada persamaan
• Triknya kalian harus mencari dari 2 persamaan carilah salah satu persamaan yang termudah
2. Setelah mendapatkan persamaannya substitusi kan nilai x atau y
3. Selesaikan persamaan sehingga mendapatkan nilai x ataupun y
4. Dapatkan nilai variabel yang belum diketahui dengan hasil langkah sebelumnya
 








Contoh Soal SPLDV Dengan Metode Substitusi
1.      Tentukan Himpunan penyelesaian dari persamaan berikut ini x + 3y = 15 dan
3x + 6y = 30
Penyelesaian :
Diketahui :
Persamaan Pertama = x + 3y = 15
Persamaan Kedua = 3x + 6y = 30
Langkah Pertama : Ubah salah satu persamaan, carilah yang termudah
x + 3y = 15 —>  x = -3y + 15
Langkah Kedua : Subsititusi nilai  x = -3y + 15  ke dalam persamaan kedua
untuk mencari nilai y , maka hasilnya sebagai berikut :
3x + 6y = 30
3 ( -3y +15 ) + 6y = 30
-9y + 45 + 6y = 30
-3y = 30 – 45
-3y = -15
y = 5
Langkah Ketiga : Selanjutnya untuk mencari nilai x maka gunakan salah satu persamaan boleh persamaan pertama atau kedua :
Substitusi nilai y = 5 ke Persamaan Pertama :
x + 3y = 15
x + 3 ( 5 ) = 15
x + 15 = 15
x = 0
Misal substitusi nilai y = 5 ke Persamaan Kedua :
3x + 6y = 30
3x + 6 ( 5 ) = 30
3x + 30 = 30
3x = 0
x = 0
Langkah Keempat : Maka nilai Jadi HP = { 0 , 5 }
2.      Tentukan Penyelesaian dari persamaan  3x+ 5y = 16 , dan 4x + y = 10 , jika x = a dan y = b . Maka tentukan nilai a dan b !
Penyelesaian :
Diketahui :
Persamaan Pertama = 3x+ 5y = 16
Persamaan Kedua = 4x + y = 10
Langkah Pertama : Ubah salah satu persamaan, carilah yang termudah
4x + y = 10 —> y = -4x + 10
Langkah Kedua : Subsititusi nilai 4x + y = 10  ke dalam persamaan kedua untuk mencari nilai x , maka hasilnya sebagai berikut :
3x + 5y = 16
3x + 5 ( -4x + 10 ) = 16
3x – 20x + 50 = 16
-17x = 16 – 50
-17x = -34
x = 2
Langkah Ketiga : Selanjutnya untuk mencari nilai y maka, gunakan salah satu persamaan boleh persamaan pertama atau kedua :
Dari Persamaan Pertama :                               Dari Persamaan Kedua :
3x + 5y = 16                                                    4x + y = 10
3(2) + 5y = 16
                                                 4(2) + y = 10
6 +5y = 16
                                                       8 +y = 10
5y = 16 – 6
                                                      y = 2
5y = 10
y = 2
Langkah Keempat : Maka, kita ketahui nilai x = 2 dan nilai y = 2 . Dan Yang ditanyakan adalah nilai a dan b , dimana x = a dan y = b , maka :
x = a = 2
y = b = 2

2.         Text Box: Langkah – langkah menyelesaikan spldv dengan metode eliminasi :
1. Metode eliminasi adalah Metode atau cara untuk menyelesaikan sistem persamaan linier dua variabel dengan cara mengeliminasi atau menghilngkan salah satu peubah (variabel) dengan menyamakan koefisien dari persamaan tersebut.
2. Cara untuk menghilangkan salah satu peubahnya yaitu dengan cara perhatikan tandanya, maka untuk mengeliminasinya dengan cara mengurangkan. Dan sebaliknya apabila tandanya berbeda maka gunakanlah sistem penjumlahan.

Metode Eliminasi atau Metode Menghilangkan







Untuk lebih jelasnya tentang langkah – langkah diatas maka perhatikan contoh soal spldv eliminasi di bawah ini :
Contoh Soal SPLDV Metode Eliminasi
1.      Tentukan Himpunan penyelesaian dari persamaan x + 3y = 15 dan 3x + 6y = 30
Penyelesaian :
Diketahui :
Persamaan 1 = x + 3y = 15
Persamaan 2 = 3x + 6y = 30
Langkah Pertama yaitu menentukan variabel mana yang akan di eliminasi terlebih dahulu. Kali ini kita akan menghilangkan x terlebih dahulu, dan supaya kita temukan nilai y . Caranya yaitu :
3x + 6y = 30    : 3
x + 2y = 10 . . . .(1)
x + 3y = 15 . . . .(2)
Langkah Kedua Dari persamaan (1) dan (2), mari kita eliminasi, sehingga hasilnya :
x + 3y = 15
x + 2y = 10     _
y = 5
Langkah Ketiga Selanjutnya, untuk mengetahui nilai x , maka caranya sebagai berikut :
x + 3y    = 15  | x2 | <=> 2x + 6y = 30   . . . .(3)
3x + 6y = 30  | x1 | <=> 3x + 6y = 30  . . . . (4)
Eliminasi antara persamaan (3) dengan (4 ), yang hasilnya menjadi :
3x + 6y = 30
2x + 6y = 30   _
x = 0
Maka, Himpunan penyelesaiannya adalah HP = { 0 . 5 }
2.      Tentukan Penyelesaian dari persamaan  3x+ 5y = 16 , dan 4x + y = 10 , jika x = a dan y = b . Maka tentukan nilai a dan b !
Penyelesaian :
Diketahui :
Persamaan 1 = 3x+ 5y = 16
Persamaan 2 = 4x + y = 10
Langkah Pertama yaitu tentukan variabel mana yang akan di eliminasi terlebih dahulu perhatikan penyelesaian di bawah ini :
3x+ 5y = 16  | x1 | <=> 3x + 5y = 16 . . . .(1)
4x + y = 10 | x5 | <=> 20x + 5y = 50 . . .  (2)
Dari persamaan (1) dan (2), dapat kita eliminasi dan menghasilkan :
20x + 5y = 50
3x + 5y = 16     _
17 x + 0 = 34
x = 34 / 17
x = 2
Langkah Kedua Selanjutnya, lakukan langkah yang sama namun kali ini yang harus sama x nya , maka caranya adalah :
3x+ 5y = 16 | x4 | <= > 12 x + 20y = 64 . . .(3)
4x + y = 10 | x3 | <=> 12x + 3y =  30 . . . .(4)
Langkah Ketiga Persamaan (3) dan (4) , mari kita eliminasi untuk menghasilkan nilai y :
12 x + 20y = 64
12x + 3y =  30     _
0 + 17y = 34
y = 2
Jadi , HP ={ 2 ,2 } , dan nilai a dan b adalah : a= x = 2 dan b = y = 2

3.      Metode Campuran (Eiminasi dan Substitusi) Atau Gabungan
Metode campuran atau biasa disebut juga dengan metode gabungan, yaitu suatu cara atau metode untuk menyelesaikan suatu persamaan linier dengan mengunakan dua metode yaitu metode eliminasi dan substitusi secara bersamaan.
Text Box: Karena pada masing – masing metode mempunyai keunggulan masing – masing diantaranya ialah :
1. Metode Eliminasi mempunyai keunggulan baik di awal penyelesaian.
2. Metode substitusi mempunyai keunggulan baik diakhir penyelesaian.
Maka dengan menggabungkan ke-2 metode ini akan mempermudah dalam meneyelasikan spldv
 






Untuk lebih jelas tentang penggunaan metode gabungan / campuran spldv ini maka silahkan perhatikan contoh soal spldv gabungan dibawah ini :
Contoh Soal SPLDV Metode Gabungan
1.      Diketahui persamaan  x + 3y = 15 dan 3x + 6y = 30, dengan menggunakan metode campuran tentukanlah Himpunan penyelesaiannya !
Penyelesaian :
Diketahui :
Persamaan 1 = x + 3y = 15
Persamaan 2 = 3x + 6y = 30
Langkah Pertama Menggunakan Metode Eliminasi :
x + 3y = 15  | x3| <=> 3x +9x = 45
3x + 6y = 30  | x1| <=> 3x + 6y = 30    _
    3y = 15
y = 5
Langkah Kedua Menggunakan Metode Substusi :
x + 3y = 15
x + 3.5 = 15
x + 15 = 15
x = 0
Jadi himpunan penyelesaian dari soal diatas adalah HP ={ 0 , 5 }

4.         Metode Grafik
Text Box: Langkah –  langkah menyelesaikan SPLDV dengan metode grafik :
Langkah Pertama :
• Tentukan nilai koordinat titik potong masing-masing persamaan terhadap sumbu-X dan juga sumbu-Y.
• Gambarkan grafik dari masing-masing persamaan pada sebuah bidang Cartesius.

Berikut ini langkah-langkah untuk menyelesaikan SPLDV dengan metode grafik sebagai berikut :






Text Box: Langkah Kedua :
• Jika kedua garis pada grafik berpotongan pada satu titik, maka himpunan penyelesaiannya memiliki satu anggota.
• Jika kedua garis sejajar, maka himpunan penyelesaiannya tidak memiliki anggota. Maka dapat dikatakan himpunan penyelesaiannya ialah himpunan kosong, dan dapat ditulis ∅.
• Jika kedua garis saling berhimpit, maka himpunan penyelesaiannya mempunyai anggota yang tak terhingga.

 






Dari penjelasan kedua langkah diatas maka banyak anggota dari himpunan spldv sebagai berikut :
a1x + b1y = c1
a2x + b2y = c2
Agar lebih memahami tentang metode grafik spldv silahkan lihat contoh soal dan pembahasan dibawah ini :
Contoh Soal SPLDV Metode Grafik
1.      Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut ini :
Persamaan 1 : x + y = 5
Persamaan 2 : x − y = 1
Penyelesaian :
Langkah Pertama, Tentukan titik potong sumbu-x dan sumbu-y
Titik Potong untuk Persamaan 1 yaitu x + y = 5
Menentukan titik potong sumbu-x maka syaratnya y = 0
x + y = 5
x + 0 = 5
x = 5
Maka titik potong nya (5,0)
Menentukan titik potong sumbu-y maka syaratnya x = 0
x + y = 5
0 + y = 5
y = 5
Maka titik potong nya (0,5)
Titik Potong untuk Persamaan 2 yaitu x – y = 1
Menentukan titik potong sumbu-x maka syaratnya y = 0
x – y = 1
x – 0 = 1
x = 1
Maka titik potong nya (1,0)
Menentukan titik potong sumbu-y maka syaratnya x = 0
x – y = 1
0 – y = 1
y = -1
Maka titik potong nya (0,-1)
Langkah Kedua, Gambarkan grafik dari masing – masing titik potong dari kedua persamaan diatas. Maka hasilnya dapat dilihat digambar dibawah ini :
Description: spldv metode grafik
Dilihat dari gambar grafik di atas, maka titik potong dari kedua grafik diatas
adalah di titik (3, 2). Maka hasil dari Himpunan Penyelesaian adalah {3,2}.

E.     Model, Metode dan Pendekatan Pembelajaran
Model Pembelajaran               : Kooperatif tipe STAD.
Metode Pembelajaran             : Tanya jawab, Penugasan, Ekpositori, dan diskusi.
Pendekatan Pembelajaran       :Scientific.


F.     Alat/Media/SumberBelajar
1.      Alat/Media            :   a. Papan Tulis (White Board)
b. Spidol
2. Sumber Belajar        :   a. Buku pegangan siswa Matematika SMA
    b.  Sumber lain yang relevan.
G.    Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
Langkah-langkah Kegiatan
Aktifitas Guru
Aktifitas Siswa
Alokasiwaktu
Pendahuluan
·         Guru mengucapkan salam dan membimbing siswa untuk berdo’a.
·         Guru mengecek kehadiran siswa.
·           Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan ini.
·      Apersepsi : Guru mengajukan pertanyaan – pertanyaan untuk mengarahkan siswa mengaitkan persamaan linear dua variabel dengan permasalahan di lingkungan sekitar siswa. Kemudian memberitahukan siswa materi yang akan dipelajari.
·      Motivasi : Guru memberikan motivasi kepada siswa dengan menampilkan mengenai permasalahan SPLDV dalam kehidupan sehari-hari.
·         Siswa memberi salam dan berdo’a.


·         Siswa di absen oleh guru.
·         Siswa memperhatikan.



·         Siswa memperhatikan.












·         Siswa termotivasi dengan materi ajar yang akan disampaikan.
5 Menit
Kegiatan Inti
·         Guru menjelaskan  sistem persamaan linear dua variabel dan cara menyelesaikan masalah sehari – hari yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel.  
·         Guru membimbing siswa dalam pembentukan kelompok yang terdiri dari 4-5 orang, di bentuk dalam kelompok heterogen.
·         Guru memberikan tugas kepada tiap kelompok untuk mengerjakan LKS (Lembar Kerja Siswa).
·         Guru mengawasi, memperhatikan selama siswa bekerja di dalam kelompok dan mendorong semua siswa untuk terlibat diskusi, dan mengarahkan bila ada kelompok yang pekerjaannya melenceng jauh  dari jawaban.
·         Guru meminta perwakilan tiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya kedepan kelas. Sementara Kelompok lain menanggapi apa yang telah dipresentasikan oleh kelompok yang maju.
·         Guru meminta siswa untuk kembali ke tempat duduk semula.
·         Guru  mengadakan kuis individu untuk di kerjakan masing – masing siswa dengan memastikan setiap individu bekerja sendiri.
·         Setelah waktu kuis sudah  habis, guru meminta siswa untuk menukarkan pekerjaannya dengan pekerjaan teman sebangkunya untuk dikoreksi dan kunci jawabannya sudah disediakan.
·         Guru memberi kesempatan kepada  siswa untuk mengumpulkan hasil kuisnya.
·         Guru menilai hasil kuis individu tersebut berdasarkan kemampuan masing-masing siswa tetapi penilaiannya perkelompok
·         Guru memberikan penguatan dan motivasi kepada siswa yang kurang atau belum berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran.
·         Guru mengumumkan kelompok terbaik berdasarkan presentasi dan kuis individu.
·         Siswa mendengarkan penjelasan yang disampaikan guru.






·         Siswa berkumpul dengan kelompoknya masing-masing.




·         Siswa dalam tiap kelompok mengerjakan LKS (Lembar Kerja Siswa).

·         Siswa harus terlibat aktif dalam diskusi.










·         Siswa mempresentasikan hasil diskusinya.










·         Siswa duduk ditempat duduknya masing – masing.

·         Siswa mengerjakan kuis individu dengan jujur.



·         Siswa menyerahkan hasil kuis ke teman sebangkunya untuk dikoreksi sesuai dengan kunci jawaban yang diberikan oleh guru.

·         Siswa mengumpulkan hasil kuis.


·         Siswa memperhatikan.






·      Siswa diminta harus aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran.




·      Siswa mendapatkan reward (Penghargaan)


20 Menit
Penutup
·         Guru menanyakan apakah sudah paham pada materi sistem persamaan linear dua variabel.
·         Guru membimbing siswa  untuk membuat kesimpulan.
·         Guru meminta kepada siswa untuk mempelajari materi pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.
·         Guru menutup kegiatan  belajar mengajar dengan mengucapkan salam.
·         Siswa bertanya tentang bagian materi yang belum dipahami.

·         Siswa membuat kesimpulan.



·         Siswa diminta untuk mempelajari  materi untuk pertemuan berikutnya.

·         Siswa memberi salam.

5 Menit
Total


30 Menit

H.      Penilaian Pembelajaran
1.      Teknik Penilaian
a.      Pengetahuan
Tes Tertulis
No.
Aspek yang Dinilai
Teknik Penilaian
Waktu Pembelajaran
1.
Mendefinisikan sistem persamaan linear dua variabel.
Tes tertulis
Pada saat Pembelajaran

b.   Keterampilan
No.
Aspek yang Dinilai
Teknik Penilaian
Waktu Pembelajaran
1.
Menyelesaikan masalah sehari – hari yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel.
Tes tertulis
Pada saat Pembelajaran

2.      Kisi-kisi Soal
Indikator
Indikator Soal
Jenis Soal
Soal
Mendefinisikan sistem persamaan linear dua variabel
Peserta didik mampu mendefinisikan sistem persamaan linear dua variabel.

Tes tertulis
(soal Uraian)
1.         Jelaskan Pengertian sistem persamaan linear dua variabel, menurut bahasamu sendiri!
Menyelesaikan masalah sehari – hari yang
berkaitan dengan sistem
persamaan linear dua
variabel.
Peserta didik
mampu menyelesaikan masalah sehari-
hari yang
berkaitan dengan sistem persamaan linear dua
variabel.
2.        Selisih umur seorang ayah dan anak perempuannya adalah 26 tahun, sedangkan lima tahun yang lalu jumlah umur keduanya adalah 34 tahun. Hitunglah umur ayah dan anak perempuannya dua tahun yang akan datang.
3.        Keliling sebuah persegi panjang sama dengan 44 cm. Jika lebarnya 6 cm lebih pendek dari panjangnya, carilah panjang dan lebar dari persegi panjang tersebut.

3.      Instrumen Penilaian
No.
Soal
Alternatif Penyelesaian
Skor
1.
Jelaskan Pengertian sistem persamaan linear dua
variabel, menurut
bahasamu sendiri!
Sistem persamaan linear dua variabel
adalah suatu sistem yang terdiri atas
dua persamaan linear yang
mempunyai dua variabel.
5
2.
Selisih umur seorang ayah dan anak perempuannya adalah 26 tahun, sedangkan lima tahun yang lalu jumlah umur keduanya adalah 34 tahun. Hitunglah umur ayah dan anak perempuannya dua tahun yang akan datang.

Misalkan :
Umur ayah = x
Umur anak pr = y
Maka model matematikanya adalah sebagai berikut :
Selisih umur ayah dan anak pr adalah 26 tahun, maka :  x – y = 26
lima tahun lalu, jumlah umur ayah dan anak pr adalah 34 tahun, maka :
(x - 5) + (y - 5) = 34
x + y – 10 = 34
x + y = 34 + 10
x + y = 44
Dengan demikian, kita peroleh model matematika berbentuk SPLDV berikut:
x – y = 26
x + y = 44
Dengan metode substitusi, maka penyelesaian dari SPLDV tersebut adalah sebagai berikut :
Menentukan nilai x
x – y = 26  y = x – 26
x + y = 44
x + (x - 26) = 44
2x – 26 = 44
2x = 44 + 26
2x = 70
x = 70/2
x = 35
Menentukan nilai y
x + y = 44
35 + y = 44
y = 44 – 35
y = 9
Dengan demikian, umur ayah sekarang adalah 35 tahun dan umur anak pr sekarang adalah 9 tahun. Jadi, umur ayah dan umur anak pr dua tahun yang akan datang adalah 37 tahun dan 11 tahun.

1







2











3








3






1
3.
Keliling sebuah persegi
panjang sama dengan 44
cm. Jika lebarnya 6 cm
lebih pendek dari
panjangnya, carilah
panjang dan lebar dari
persegi panjang tersebut.
Misalkan :
Panjang = x cm dan lebarnya = y cm.
Model matematikanya adalah sebagai berikut :
2 (p + l) = Keliling persegi panjang
 2x + 2y = 44 (dibagi 2)
 x + y = 22
Lebar 6 cm lebih pendek dari panjang, maka:
 y = x  6
Dengan demikian, kita peroleh model matematika berbentuk SPLDV berikut.
x + y = 22
y = x  6
Dengan menggunakan metode subtitusi, maka penyelesaian dari SPLDV tersebut adalah sebagai berikut :
Menentukan nilai x
Subtitusikan persamaan y = x  6 ke persamaan x + y = 22 sehingga diperoleh:
 x + y = 22
 x + (x  6) = 22
 2x  6 = 22
 2x = 22 + 6
 2x = 28
x = 28/2
 x = 14
Menentukan nilai y
Subtitusikan nilai x = 14 ke persamaan y = x  6 sehingga diperoleh:
 y = x  6
 y = 14  6
 y = 8
Jadi, panjang persegi panjang itu adalah 14 cm dan lebarnya adalah 8 cm.
1





2












3










3






1

Total Skor
25


No
Keterampilan yang diamati
Nilai
70
75
85
90
1
Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua
variabel.
Sama sekali tidak terampil menyelesaikan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan SPLDV.
Sudah terampil untuk menyelesaikan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan SPLDV.
Sudah terampil untuk menyelesaikan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan SPLDV.
Sudah terampil untuk menyelesaikan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan SPLDV dengan tepat.


I.     Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
a.       Remedial Teaching bila lebih dari  jumlah siswa memperoleh nilai kurang dari KKM
b.      Remedial test bila kurang dari   jumlah siswa memperoleh nilai kurang dari KKM
c.       Program pengayaan diberikan/ditawarkan kepada siswa yang telah memperoleh nilai minimum KKM sebagai bentuk pendalaman terhadap materi yang telah diberikan.




Mengetahui,
Wakasek Kurikulum,



Anne Flora Felicya , S.Pd.
NIP. 19101998 10 1998 2002                                                                                                                                                                                                                                                        
Cirebon,    Maret 2019
Guru Pengajar



Vika Oktoviani




Tidak ada komentar:

Posting Komentar