RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sekolah :
SMA NEGERI 1 LOSARANG
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas/Semester :
X/1
Materi :
Sistem Persamaan Linear Dua
Variabel
A. Kompetensi Inti
KI 3. Memahami
dan menerapkan pengetahuan (factual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan
rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait
fenomena dan kejadian tampak mata.
KI 4. Mengolah,
menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan,
mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis,
membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari
di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar
|
Indikator Pencapaian Kompetensi
|
3.1 Menjelaskan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV).
4.1 Menyelesaikan masalah
sehari – hari yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel.
|
3.1.1Mendefinisikan sistem persamaan linear dua variabel.
4.1.1 Menyelesaikan model matematika
dari masalah sehari –
hari yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel.
|
C. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat :
1.
Mendefinisikan sistem persamaan linear dua variabel.
2.
Menyelesaikan model matematika dari masalah sehari – hari
yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel.
D. Materi Pembelajaran
Sistem Persamaan Linear Dua Variabel
SPLDV adalah
suatu sistem persamaan atau bentuk relasi sama dengan dalam bentuk aljabar yang
memiliki dua variabel dan berpangkat satu dan apabila digambarkan dalam sebuah
grafik maka akan membentuk garis lurus. Dan karena hal ini lah maka persamaan
ini di sebut dengan persamaan linear.
Ciri – Ciri SPLDV
·
Menggunakan relasi tanda sama dengan ( = )
·
Memiliki dua variabel
·
Kedua variabel tersebut memiliki derajat satu ( berpangkat satu )
Hal – hal yang berhubungan dengan
SPLDV
a.
Suku
Suku yaitu bagian dari suatu
bentuk aljabar yang terdiri dari variabel, koefisien dan konstanta. Dan setiap suku
di pisahkan dengan tanda baca penjumlahan ataupun pengurangan.
Contoh : 6x – y + 4 , maka suku – suku dari
persamaan tersebut adalah 6x , -y dan 4
b. Variabel
Variabel yaitu
peubah atau pengganti suatu bilangan yang biasanya dilambangkan dengan huruf seperti
x dan y .
Contoh :
Mika memiliki 2 buah nanas dan 5 buah jeruk.
Jika dituliskan dalam bentuk
persamaan adalah
·
Nanas = x
·
Jeruk = y
·
Persamannya adalah 2x + 5y
c. Koefisien
Koefisien
yaitu suatu bilangan yang menyatakan banyaknya suatu jumlah variabel yang
sejenis. Koefisien disebut juga dengan bilangan yang ada di depan variabel,
karena penulisan sebuah persamaan koefifien berada di depan variabel
Contoh :
Mika memiliki 2 buah nanas dan 5 buah jeruk. Jika di tulis dalam bentuk
persamaan adalah :
Jawab :
·
Nanas = x dan Jeruk = y
·
Persamannya adalah 2x + 5y
·
Dimana 2 dan 5 adalah koefisien. Dan 2 adalah koefisien dari x dan 5 adalah
koefisien dari y.
d. Konstanta
Konstanta yaitu bilangan yang
tidak diikuti dengan variabel, maka nilainya tetap atau konstan untuk berapapun
nilai perubahnya.
Contoh :
2x + 5y + 7 , dari
persamaan tersebut konstanta adalah 7 , karena 7 nilainya tetap dan tidak
terpengaruh dengan berapapun variabelnya.

Jadi kedua syarat ini wajib bisa terpenuhi sebelum
kita menghitung persamaan linier dua variabel.
Metode Penyelesaian Sistem
Persamaan Linier Dua Variabel
Untuk menyelesaikan cara
menghitung spldv (sistem persamaan linier dua variabel) maka
dapat diselesaikan dengan 4
metode berikut ini :
1.
Metode Substitusi
2.
Metode Eliminasi
3.
Metode Gabungan (Subsitusi dan Eliminasi)
4.
Metode Grafik
Untuk lebih
jelas tentang ke-4 metode di atas maka akan
membahas secara lengkap metode penyelesaian spldv beserta contoh soal spldv dan
pembahasannya.
1.
Metode Substitusi atau Metode Mengganti
Metode substitusi, yaitu metode
atau cara menyelesaikan SPLDV dengan mengganti salah satu peubah atau variabel.
![]() |
Contoh Soal SPLDV Dengan Metode Substitusi
1. Tentukan Himpunan penyelesaian
dari persamaan berikut ini x + 3y = 15 dan
3x + 6y = 30
Penyelesaian
:
Diketahui :
Persamaan
Pertama = x + 3y = 15
Persamaan Kedua = 3x + 6y = 30
Persamaan Kedua = 3x + 6y = 30
Langkah Pertama : Ubah salah satu persamaan,
carilah yang termudah
x + 3y = 15
—> x = -3y + 15
Langkah Kedua : Subsititusi nilai x =
-3y + 15 ke dalam persamaan kedua
untuk mencari nilai y , maka hasilnya sebagai berikut :
3x + 6y = 30
3 ( -3y +15 ) + 6y = 30
-9y + 45 + 6y = 30
-3y = 30 – 45
-3y = -15
y = 5
3 ( -3y +15 ) + 6y = 30
-9y + 45 + 6y = 30
-3y = 30 – 45
-3y = -15
y = 5
Langkah Ketiga : Selanjutnya untuk mencari
nilai x maka gunakan salah satu persamaan boleh persamaan pertama atau kedua :
Substitusi
nilai y = 5 ke Persamaan Pertama :
x + 3y = 15
x + 3 ( 5 ) = 15
x + 15 = 15
x = 0
x + 3y = 15
x + 3 ( 5 ) = 15
x + 15 = 15
x = 0
Misal
substitusi nilai y = 5 ke Persamaan Kedua :
3x + 6y = 30
3x + 6 ( 5 ) = 30
3x + 30 = 30
3x = 0
x = 0
3x + 6y = 30
3x + 6 ( 5 ) = 30
3x + 30 = 30
3x = 0
x = 0
Langkah
Keempat : Maka nilai Jadi HP = { 0 , 5 }
2. Tentukan Penyelesaian dari
persamaan 3x+ 5y = 16 , dan 4x + y = 10 , jika x = a dan y = b . Maka
tentukan nilai a dan b !
Penyelesaian
:
Diketahui :
Persamaan
Pertama = 3x+ 5y = 16
Persamaan Kedua = 4x + y = 10
Persamaan Kedua = 4x + y = 10
Langkah Pertama : Ubah salah satu persamaan,
carilah yang termudah
4x + y = 10
—> y = -4x + 10
Langkah Kedua : Subsititusi nilai 4x + y =
10 ke dalam persamaan kedua untuk mencari nilai x , maka hasilnya sebagai
berikut :
3x + 5y = 16
3x + 5 ( -4x + 10 ) = 16
3x – 20x + 50 = 16
-17x = 16 – 50
-17x = -34
x = 2
3x + 5 ( -4x + 10 ) = 16
3x – 20x + 50 = 16
-17x = 16 – 50
-17x = -34
x = 2
Langkah Ketiga : Selanjutnya untuk mencari nilai y maka,
gunakan salah satu persamaan boleh persamaan pertama atau kedua :
Dari
Persamaan Pertama : Dari Persamaan Kedua :
3x + 5y
= 16 4x + y = 10
3(2) + 5y = 16 4(2) + y = 10
6 +5y = 16 8 +y = 10
5y = 16 – 6 y = 2
5y = 10
y = 2
3(2) + 5y = 16 4(2) + y = 10
6 +5y = 16 8 +y = 10
5y = 16 – 6 y = 2
5y = 10
y = 2
Langkah Keempat : Maka, kita ketahui nilai x = 2 dan
nilai y = 2 . Dan Yang ditanyakan adalah nilai a dan b , dimana x = a dan
y = b , maka :
x = a =
2
y = b = 2
y = b = 2
2.
Metode
Eliminasi atau Metode Menghilangkan
Untuk lebih jelasnya tentang langkah – langkah diatas
maka perhatikan contoh soal spldv eliminasi di bawah ini :
Contoh Soal SPLDV Metode
Eliminasi
1. Tentukan Himpunan penyelesaian
dari persamaan x + 3y = 15 dan 3x + 6y = 30
Penyelesaian
:
Diketahui :
Persamaan 1
= x + 3y = 15
Persamaan 2 = 3x + 6y = 30
Persamaan 2 = 3x + 6y = 30
Langkah Pertama yaitu menentukan variabel
mana yang akan di eliminasi terlebih dahulu. Kali ini kita akan menghilangkan x
terlebih dahulu, dan supaya kita temukan nilai y . Caranya yaitu :
3x + 6y = 30
: 3
x + 2y = 10 . . . .(1)
x + 3y = 15 . . . .(2)
x + 2y = 10 . . . .(1)
x + 3y = 15 . . . .(2)
Langkah Kedua Dari persamaan (1) dan (2),
mari kita eliminasi, sehingga hasilnya :
x + 3y = 15
x + 2y = 10 _
y = 5
x + 2y = 10 _
y = 5
Langkah Ketiga Selanjutnya, untuk
mengetahui nilai x , maka caranya sebagai berikut :
x + 3y
= 15 | x2 | <=> 2x + 6y = 30 . . .
.(3)
3x + 6y = 30 | x1 | <=> 3x + 6y = 30 . . . . (4)
3x + 6y = 30 | x1 | <=> 3x + 6y = 30 . . . . (4)
Eliminasi
antara persamaan (3) dengan (4 ), yang hasilnya menjadi :
3x + 6y = 30
2x + 6y = 30 _
x = 0
2x + 6y = 30 _
x = 0
Maka,
Himpunan penyelesaiannya adalah HP = { 0 . 5 }
2. Tentukan Penyelesaian dari
persamaan 3x+ 5y = 16 , dan 4x + y = 10 , jika x = a dan y = b . Maka
tentukan nilai a dan b !
Penyelesaian
:
Diketahui :
Persamaan 1
= 3x+ 5y = 16
Persamaan 2 = 4x + y = 10
Persamaan 2 = 4x + y = 10
Langkah Pertama yaitu tentukan variabel
mana yang akan di eliminasi terlebih dahulu perhatikan penyelesaian di bawah
ini :
3x+ 5y = 16
| x1 | <=> 3x + 5y = 16 . . . .(1)
4x + y = 10 | x5 | <=> 20x + 5y = 50 . . . (2)
4x + y = 10 | x5 | <=> 20x + 5y = 50 . . . (2)
Dari
persamaan (1) dan (2), dapat kita eliminasi dan menghasilkan :
20x + 5y =
50
3x + 5y = 16 _
17 x + 0 = 34
x = 34 / 17
x = 2
3x + 5y = 16 _
17 x + 0 = 34
x = 34 / 17
x = 2
Langkah Kedua Selanjutnya, lakukan
langkah yang sama namun kali ini yang harus sama x nya , maka caranya adalah :
3x+ 5y = 16
| x4 | <= > 12 x + 20y = 64 . . .(3)
4x + y = 10
| x3 | <=> 12x + 3y = 30 . . . .(4)
Langkah Ketiga Persamaan (3) dan (4) ,
mari kita eliminasi untuk menghasilkan nilai y :
12 x + 20y =
64
12x + 3y = 30 _
0 + 17y = 34
y = 2
12x + 3y = 30 _
0 + 17y = 34
y = 2
Jadi , HP ={
2 ,2 } , dan nilai a dan b adalah : a= x = 2 dan b = y = 2
3. Metode Campuran (Eiminasi
dan Substitusi) Atau Gabungan
Metode campuran atau biasa disebut juga dengan metode
gabungan, yaitu suatu cara atau metode untuk menyelesaikan suatu persamaan
linier dengan mengunakan dua metode yaitu metode eliminasi dan substitusi
secara bersamaan.
![]() |
Untuk lebih
jelas tentang penggunaan metode gabungan / campuran spldv ini maka silahkan
perhatikan contoh soal spldv gabungan dibawah ini :
Contoh Soal SPLDV Metode Gabungan
1. Diketahui persamaan x + 3y
= 15 dan 3x + 6y = 30, dengan menggunakan metode campuran tentukanlah Himpunan
penyelesaiannya !
Penyelesaian :
Diketahui :
Persamaan 1 = x + 3y = 15
Persamaan 2 = 3x + 6y = 30
Langkah Pertama Menggunakan Metode
Eliminasi :
x + 3y = 15
| x3| <=> 3x +9x = 45
3x + 6y = 30
| x1| <=> 3x + 6y = 30 _
3y = 15
y = 5
Langkah Kedua Menggunakan Metode Substusi
:
x + 3y = 15
x + 3.5 = 15
x + 15 = 15
x = 0
Jadi himpunan penyelesaian dari soal diatas adalah HP ={ 0 , 5 }
4.
Metode Grafik
Berikut ini langkah-langkah untuk menyelesaikan SPLDV
dengan metode grafik sebagai berikut :
Dari penjelasan kedua langkah
diatas maka banyak anggota dari himpunan spldv sebagai berikut :
a1x + b1y =
c1
a2x + b2y = c2
a2x + b2y = c2
Agar lebih memahami tentang
metode grafik spldv silahkan lihat contoh soal dan pembahasan dibawah ini :
Contoh Soal SPLDV Metode Grafik
1. Tentukan himpunan penyelesaian
dari persamaan berikut ini :
Persamaan 1 : x + y = 5
Persamaan 2 : x − y = 1
Persamaan 2 : x − y = 1
Penyelesaian :
Langkah Pertama, Tentukan titik potong sumbu-x
dan sumbu-y
Titik Potong untuk Persamaan 1 yaitu x + y = 5
Menentukan titik potong sumbu-x maka syaratnya y = 0
x + y = 5
x + 0 = 5
x = 5
x + y = 5
x + 0 = 5
x = 5
Maka titik potong nya (5,0)
Menentukan titik potong sumbu-y maka syaratnya x = 0
x + y = 5
0 + y = 5
y = 5
x + y = 5
0 + y = 5
y = 5
Maka titik potong nya (0,5)
Titik Potong untuk Persamaan 2 yaitu x – y = 1
Menentukan titik potong sumbu-x maka syaratnya y = 0
x – y = 1
x – 0 = 1
x = 1
x – y = 1
x – 0 = 1
x = 1
Maka titik potong nya (1,0)
Menentukan titik potong sumbu-y maka syaratnya x = 0
x – y = 1
0 – y = 1
y = -1
x – y = 1
0 – y = 1
y = -1
Maka titik potong nya (0,-1)
Langkah Kedua, Gambarkan grafik dari masing – masing titik potong dari
kedua persamaan diatas. Maka hasilnya dapat dilihat digambar dibawah ini :
Dilihat dari gambar grafik di atas, maka titik potong dari kedua grafik
diatas
adalah di titik (3, 2). Maka hasil dari Himpunan Penyelesaian adalah {3,2}.
E. Model, Metode dan Pendekatan Pembelajaran
Model Pembelajaran :
Kooperatif tipe
STAD.
Metode Pembelajaran :
Tanya jawab, Penugasan,
Ekpositori, dan diskusi.
Pendekatan Pembelajaran :Scientific.
F. Alat/Media/SumberBelajar
1.
Alat/Media : a. Papan Tulis (White Board)
b. Spidol
2.
Sumber Belajar : a. Buku pegangan siswa Matematika SMA
b.
Sumber lain yang relevan.
G. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
Langkah-langkah Kegiatan
|
Aktifitas Guru
|
Aktifitas Siswa
|
Alokasiwaktu
|
Pendahuluan
|
·
Guru mengucapkan salam dan membimbing siswa untuk
berdo’a.
·
Guru mengecek kehadiran siswa.
·
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
pada pertemuan ini.
·
Apersepsi : Guru mengajukan pertanyaan –
pertanyaan untuk mengarahkan siswa mengaitkan persamaan linear dua variabel
dengan permasalahan di lingkungan sekitar siswa. Kemudian memberitahukan
siswa materi yang akan dipelajari.
·
Motivasi : Guru memberikan motivasi kepada siswa dengan menampilkan
mengenai permasalahan SPLDV dalam kehidupan sehari-hari.
|
·
Siswa memberi salam dan berdo’a.
·
Siswa di absen oleh guru.
·
Siswa memperhatikan.
·
Siswa memperhatikan.
·
Siswa termotivasi dengan materi ajar yang akan
disampaikan.
|
5 Menit
|
Kegiatan Inti
|
·
Guru menjelaskan
sistem persamaan linear dua variabel dan cara menyelesaikan masalah
sehari – hari yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel.
·
Guru membimbing siswa dalam pembentukan kelompok yang
terdiri dari 4-5 orang, di bentuk dalam kelompok heterogen.
·
Guru memberikan tugas kepada tiap kelompok untuk mengerjakan LKS (Lembar Kerja
Siswa).
·
Guru mengawasi, memperhatikan selama siswa bekerja di dalam kelompok dan mendorong semua siswa untuk terlibat
diskusi, dan mengarahkan bila ada kelompok yang pekerjaannya melenceng
jauh dari jawaban.
·
Guru meminta perwakilan tiap kelompok untuk mempresentasikan hasil
diskusinya kedepan kelas. Sementara Kelompok lain menanggapi apa yang telah
dipresentasikan oleh kelompok yang maju.
·
Guru meminta siswa untuk kembali ke tempat duduk semula.
·
Guru mengadakan
kuis individu untuk di kerjakan masing – masing siswa dengan
memastikan setiap individu bekerja sendiri.
·
Setelah waktu kuis sudah habis, guru meminta siswa untuk menukarkan pekerjaannya
dengan pekerjaan teman sebangkunya untuk dikoreksi dan kunci jawabannya sudah disediakan.
·
Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengumpulkan hasil kuisnya.
·
Guru menilai hasil kuis individu tersebut berdasarkan
kemampuan masing-masing siswa tetapi penilaiannya perkelompok
·
Guru memberikan penguatan dan motivasi kepada siswa
yang kurang atau belum berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran.
·
Guru mengumumkan kelompok terbaik berdasarkan
presentasi dan kuis individu.
|
·
Siswa mendengarkan penjelasan yang
disampaikan guru.
·
Siswa berkumpul dengan kelompoknya masing-masing.
·
Siswa dalam tiap kelompok mengerjakan LKS (Lembar Kerja
Siswa).
·
Siswa harus terlibat aktif dalam diskusi.
·
Siswa mempresentasikan hasil diskusinya.
·
Siswa duduk ditempat duduknya masing – masing.
·
Siswa mengerjakan kuis individu dengan jujur.
·
Siswa menyerahkan hasil kuis ke teman sebangkunya untuk dikoreksi sesuai dengan kunci
jawaban yang diberikan oleh guru.
·
Siswa mengumpulkan hasil kuis.
·
Siswa memperhatikan.
·
Siswa diminta harus aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran.
·
Siswa mendapatkan reward (Penghargaan)
|
20 Menit
|
Penutup
|
·
Guru menanyakan apakah sudah paham pada materi sistem
persamaan linear dua variabel.
·
Guru membimbing siswa
untuk membuat kesimpulan.
·
Guru meminta kepada siswa untuk mempelajari materi pembelajaran
untuk pertemuan berikutnya.
·
Guru menutup kegiatan
belajar mengajar dengan mengucapkan salam.
|
·
Siswa bertanya tentang bagian materi yang belum dipahami.
·
Siswa membuat kesimpulan.
·
Siswa diminta untuk mempelajari
materi untuk pertemuan berikutnya.
·
Siswa memberi salam.
|
5 Menit
|
Total
|
30 Menit
|
H.
Penilaian Pembelajaran
1.
Teknik Penilaian
a. Pengetahuan
Tes Tertulis
No.
|
Aspek yang Dinilai
|
Teknik Penilaian
|
Waktu Pembelajaran
|
1.
|
Mendefinisikan sistem persamaan linear dua
variabel.
|
Tes tertulis
|
Pada saat Pembelajaran
|
b. Keterampilan
No.
|
Aspek yang Dinilai
|
Teknik Penilaian
|
Waktu Pembelajaran
|
1.
|
Menyelesaikan masalah sehari – hari yang berkaitan dengan
sistem persamaan linear dua variabel.
|
Tes tertulis
|
Pada saat Pembelajaran
|
2. Kisi-kisi Soal
Indikator
|
Indikator Soal
|
Jenis Soal
|
Soal
|
Mendefinisikan sistem persamaan linear dua variabel
|
Peserta didik mampu mendefinisikan sistem persamaan
linear dua variabel.
|
Tes tertulis
(soal Uraian)
|
1.
Jelaskan Pengertian sistem persamaan linear dua
variabel,
menurut bahasamu sendiri!
|
Menyelesaikan masalah sehari – hari
yang
berkaitan dengan sistem
persamaan linear dua
variabel.
|
Peserta didik
mampu menyelesaikan masalah sehari-
hari yang
berkaitan dengan sistem persamaan
linear dua
variabel.
|
2.
Selisih umur seorang
ayah dan anak perempuannya adalah 26 tahun, sedangkan lima tahun yang lalu
jumlah umur keduanya adalah 34 tahun. Hitunglah umur ayah dan anak
perempuannya dua tahun yang akan datang.
3.
Keliling sebuah persegi
panjang sama dengan 44 cm. Jika lebarnya 6 cm lebih pendek dari panjangnya,
carilah panjang dan lebar dari persegi panjang tersebut.
|
3. Instrumen Penilaian
No.
|
Soal
|
Alternatif Penyelesaian
|
Skor
|
1.
|
Jelaskan Pengertian sistem persamaan linear dua
variabel, menurut
bahasamu sendiri!
|
Sistem persamaan linear dua variabel
adalah suatu sistem yang terdiri atas
dua persamaan linear yang
mempunyai dua variabel.
|
5
|
2.
|
Selisih umur seorang ayah dan anak
perempuannya adalah 26 tahun, sedangkan lima tahun yang lalu jumlah umur
keduanya adalah 34 tahun. Hitunglah umur ayah dan anak perempuannya dua tahun
yang akan datang.
|
Misalkan :
Umur ayah = x
Umur anak pr = y
Maka model matematikanya adalah
sebagai berikut :
Selisih umur ayah dan anak pr
adalah 26 tahun, maka : x – y = 26
lima tahun lalu, jumlah umur ayah
dan anak pr adalah 34 tahun, maka :
(x - 5) + (y - 5) = 34
x + y – 10 = 34
x + y = 34 + 10
x + y = 44
Dengan demikian, kita peroleh model matematika
berbentuk SPLDV berikut:
x – y = 26
x + y = 44
Dengan metode substitusi, maka penyelesaian dari SPLDV
tersebut adalah sebagai berikut :
Menentukan nilai x
x – y = 26
x + y = 44
x + (x - 26) = 44
2x – 26 = 44
2x = 44 + 26
2x = 70
x = 70/2
x = 35
Menentukan nilai y
x + y = 44
35 + y = 44
y = 44 – 35
y = 9
Dengan demikian, umur ayah sekarang adalah 35 tahun dan umur anak pr
sekarang adalah 9 tahun. Jadi, umur ayah dan umur anak pr dua tahun yang akan
datang adalah 37 tahun dan 11 tahun.
|
1
2
3
3
1
|
3.
|
Keliling sebuah
persegi
panjang sama dengan
44
cm. Jika lebarnya 6
cm
lebih pendek dari
panjangnya, carilah
panjang dan lebar
dari
persegi panjang
tersebut.
|
Misalkan
:
Panjang = x cm dan lebarnya = y cm.
Model
matematikanya adalah sebagai berikut :
2 (p + l) = Keliling persegi panjang
⇒ 2x + 2y = 44 (dibagi 2)
⇒ x + y = 22
Lebar
6 cm lebih pendek dari panjang, maka:
⇒ y = x – 6
Dengan
demikian, kita peroleh model matematika berbentuk SPLDV berikut.
x
+ y = 22
y
= x – 6
Menentukan
nilai x
Subtitusikan persamaan y = x – 6 ke persamaan x + y
= 22 sehingga diperoleh:
⇒ x + y = 22
⇒ x + (x – 6) = 22
⇒ 2x – 6 = 22
⇒ 2x = 22 + 6
⇒ 2x = 28
⇒ x =
28/2
⇒ x = 14
Menentukan
nilai y
Subtitusikan nilai x = 14 ke persamaan y = x – 6 sehingga
diperoleh:
⇒ y = x – 6
⇒ y = 14 – 6
⇒ y = 8
Jadi,
panjang persegi panjang itu adalah 14 cm dan lebarnya adalah 8 cm.
|
1
2
3
3
1
|
Total Skor
|
25
|
||
No
|
Keterampilan yang diamati
|
Nilai
|
|||
70
|
75
|
85
|
90
|
||
1
|
Menyelesaikan masalah sehari-hari yang
berkaitan dengan sistem persamaan linear dua
variabel.
|
Sama sekali tidak
terampil menyelesaikan penyelesaian masalah yang
berkaitan dengan SPLDV.
|
Sudah terampil
untuk menyelesaikan
penyelesaian masalah yang berkaitan dengan SPLDV.
|
Sudah terampil
untuk menyelesaikan
penyelesaian masalah yang berkaitan dengan SPLDV.
|
Sudah terampil
untuk menyelesaikan
penyelesaian masalah yang berkaitan dengan SPLDV dengan tepat.
|
I. Pembelajaran Remedial dan
Pengayaan
a.
Remedial Teaching bila lebih dari
jumlah siswa memperoleh nilai
kurang dari KKM
b.
Remedial test bila kurang dari
jumlah siswa memperoleh nilai
kurang dari KKM
c.
Program pengayaan diberikan/ditawarkan kepada
siswa yang telah memperoleh nilai minimum KKM sebagai bentuk pendalaman
terhadap materi yang telah diberikan.
Mengetahui,
Wakasek
Kurikulum,
Anne Flora Felicya , S.Pd.
NIP. 19101998 10 1998 2002
|
Cirebon, Maret 2019
Guru Pengajar
Vika Oktoviani
|



Tidak ada komentar:
Posting Komentar